
Jakarta Rajawali Sriwijaya –
Perang melawan narkoba memasuki babak baru. Jika dulu peredarannya identik dengan barang haram yang disembunyikan, kini wujudnya semakin menipu — hadir dalam bentuk produk sehari-hari yang tampak aman, menarik, bahkan dikemas seperti makanan atau minuman populer.
Fenomena ini menjadi alarm bahaya bagi masyarakat, terutama generasi muda, yang kini menjadi target utama jaringan pengedar dengan modus kian licik. Narkoba tidak lagi datang dengan wajah seram, tetapi dengan tampilan yang menipu mata dan rasa ingin tahu.
BNN RI bersama Dewan Pimpinan Pusat Ganisa Pejuang Kemanusiaan melalui kampanye nasional #WarOnDrugsForHumanity menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran narkoba generasi baru (New Psychoactive Substances/NPS) yang kini marak beredar dalam bentuk permen, kue, cairan vape, hingga kopi sachet.
Melalui pesan resmi Biro Humas dan Protokol BNN RI, masyarakat diajak untuk tidak sekadar mengenali bahaya narkoba, tetapi juga membangun kepekaan terhadap perubahan bentuk dan strategi penyebarannya.
“Ancaman terbesar hari ini bukan hanya narkoba yang disembunyikan, tetapi narkoba yang disamarkan. Kita harus membuka mata dan melindungi generasi muda dari tipu daya yang semakin licik,” tegas perwakilan DPP Ganisa Pejuang Kemanusiaan.
Kampanye ini mengajak publik untuk melakukan deteksi dini, memperkuat komunikasi antar keluarga, dan melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan secara cepat. Sebab, satu langkah kecil kewaspadaan hari ini bisa menjadi penyelamat masa depan bangsa esok.
Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan gerakan moral dan kemanusiaan bersama. Ketika narkoba hadir dalam bentuk yang tampak “biasa”, maka kesadaran menjadi benteng terakhir bangsa.
Mari bersama BNN RI dan Ganisa Pejuang Kemanusiaan memperkuat barisan perjuangan — bukan sekadar untuk menolak narkoba, tapi untuk menyelamatkan manusia.
WarOnDrugsForHumanity
GANISAMITRABNN
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI
DEWAN PIMPINAN PUSAT GANISA PEJUANG KEMANUSIAAN
(Am)


Leave a Reply