
JAKARTA, Rajawali Sriwijaya-
Aktivis dan Relawan Pembela Prabowo, Ali Sofyan yang akrab disapa Rambo, angkat suara terkait kasus dugaan penipuan dan praktik percaloan tenaga kerja non-ASN di tubuh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang menyeret nama Dewi Theresia Munte, seorang pegawai aktif Dishub DKI.
Kasus ini mencuat setelah Dewi Munte diduga menerima uang hingga Rp380 juta dari 15 calon pegawai, dengan janji akan memasukkan mereka sebagai tenaga honorer. Lebih mengejutkan lagi, Dewi secara terbuka menyebut dirinya “preman berseragam di Dishub DKI Jakarta.”
“Ucapan seperti itu sangat mencoreng kehormatan aparatur sipil negara. Jika benar ada oknum yang berani mengaku preman berseragam, itu artinya dia tidak layak berada dalam sistem pemerintahan. Saya minta Kadishub DKI segera mengambil langkah tegas, pecat tanpa kompromi,” tegas Ali Sofyan (Rambo) dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Rambo menegaskan bahwa ASN adalah pelayan rakyat, bukan alat untuk memperkaya diri dengan cara menipu masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya reformasi birokrasi dan pemberantasan mental koruptif di seluruh lini pemerintahan.

“Presiden Prabowo sudah jelas: birokrasi harus bersih, cepat, dan berintegritas. Kalau di Dishub DKI masih ada oknum seperti ini, maka Kadishub harus berani mencopot dan memecatnya. Jangan biarkan premanisme berseragam menjadi wajah birokrasi Jakarta,” ujar Rambo.
Menurut Ali Sofyan, tindakan tegas terhadap oknum tersebut bukan hanya untuk memberikan keadilan bagi para korban, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Rakyat sekarang sudah cerdas. Mereka tahu mana pejabat yang bekerja untuk rakyat dan mana yang hanya menjual jabatan. Kadishub DKI wajib menindak disiplin berat, dan bila perlu serahkan ke aparat hukum. ASN model begini tidak boleh dilindungi,” tambahnya dengan nada keras.
Rambo menutup pernyataannya dengan menyerukan agar pembersihan total dilakukan di tubuh Dishub DKI Jakarta, dan semua oknum yang terlibat jaringan calo harus diusut tuntas.
“Jangan kasih ruang bagi preman berseragam. Pemerintahan yang kuat harus dimulai dari aparatur yang bersih. Kalau tidak bisa jadi pelayan rakyat, maka keluar dari seragam itu!” tegas Ali Sofyan (Rambo).
(red)


Leave a Reply