
SUMATERA BARAT— Praktik penyelewengan BBM subsidi jenis Pertalite kembali mencoreng wajah distribusi energi nasional. Kali ini, dugaan kuat mengarah ke SPBU 14.255.592 di wilayah Jati Mudik, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang diduga menjadi lahan basah mafia BBM subsidi.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, terlihat sejumlah sepeda motor melakukan pengisian BBM berulang kali dengan membawa jerigen dalam jumlah besar. Pola ini bukanlah praktik konsumen biasa, melainkan ciri klasik penimbunan BBM subsidi yang selama ini menjadi modus operandi mafia.
Ironisnya, aktivitas tersebut berlangsung secara terbuka di area SPBU, seolah tanpa rasa takut atau pengawasan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah pengelola SPBU tidak mengetahui, atau justru diduga ikut membiarkan bahkan bekerja sama?
LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) menilai praktik tersebut mustahil terjadi secara berulang tanpa adanya pembiaran sistematis.
Menurut KCBI, jika operator dan pengawas SPBU menjalankan SOP secara benar, maka pengisian menggunakan jeriken seharusnya langsung ditolak.
“Ini bukan lagi kelalaian biasa. Jika benar terjadi terus-menerus, maka ada indikasi kuat praktik terorganisir yang merampas hak masyarakat kecil,” tegas KCBI dalam pernyataan resminya.
Akibat praktik ini, masyarakat yang berhak justru sering mengalami kelangkaan BBM subsidi, antrean panjang, hingga harga eceran melonjak di tingkat pengecer ilegal.
Negara pun dirugikan, sementara mafia meraup keuntungan di atas penderitaan rakyat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 14.255.592 belum memberikan klarifikasi resmi, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan.
Sementara itu, publik menunggu langkah tegas dari Pertamina Patra Niaga dan aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata terhadap dugaan kejahatan distribusi BBM subsidi ini.
Kasus ini menjadi ujian serius komitmen negara dalam melindungi hak rakyat dan memberantas mafia energi. Jika dibiarkan, maka praktik serupa akan terus menjamur, dan BBM subsidi hanya akan menjadi bancakan segelintir orang.
(red)


Leave a Reply