
Muara Enim — Dugaan penyimpangan dalam pembayaran Tunjangan Perumahan dan Tunjangan Transportasi Anggota DPRD Muara Enim kembali menyeruak ke publik. Dalam hasil pemeriksaannya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kelebihan pembayaran senilai Rp4.576.640.002,00 yang dinilai tidak sesuai ketentuan dan berpotensi merugikan keuangan daerah.
Temuan tersebut memicu sorotan tajam, mengingat anggaran tunjangan bagi para wakil rakyat seharusnya mengikuti regulasi yang ketat, bukan justru membuka ruang pemborosan.
BPK secara tegas merekomendasikan agar Bupati Muara Enim segera memerintahkan Sekretaris DPRD untuk memproses pengembalian dana kelebihan bayar tersebut ke Kas Daerah, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebagai tindak lanjut, terdapat dua langkah penting yang wajib dilakukan:
- Bupati Muara Enim menerbitkan surat perintah resmi kepada Sekretaris DPRD untuk mengeksekusi rekomendasi BPK.
- Sekretaris DPRD wajib menindaklanjuti perintah tersebut, termasuk:
a. Menerbitkan Surat Perintah Pelaksanaan Pengembalian sesuai instruksi Bupati.
b. Memastikan adanya Surat Keterangan Lunas dari Kepala BPKAD selaku SKPKD, disertai bukti setor dan rekening koran Kas Daerah yang telah divalidasi oleh Inspektorat sebagai bukti bahwa uang negara telah benar-benar kembali.
Namun hingga saat ini, polemik muncul lantaran publik mempertanyakan komitmen dan kecepatan Pemkab Muara Enim dalam mengamankan kerugian daerah tersebut. Sumber internal menyebutkan bahwa proses pengembalian masih lamban, sehingga memicu dugaan adanya upaya pengaburan persoalan.
Para pemerhati anggaran mendesak agar Pemkab Muara Enim tidak tebang pilih, dan memastikan setiap rupiah yang tidak semestinya diterima oleh oknum penerima tunjangan harus dikembalikan tanpa kompromi.
Kasus ini menjadi ujian penting bagi transparansi dan integritas pengelolaan keuangan daerah. Publik kini menanti apakah pemerintah daerah benar-benar berani menegakkan aturan, atau justru membiarkan potensi kerugian negara sebesar Rp4,57 miliar ini tenggelam tanpa penyelesaian berarti.
(red)


Leave a Reply