Advertisement

WRC Sambangi Kejari Kota Prabumulih Pertanyakan Perkembangan Dugaan Yang Di Laporkan yang Terkesan Lambat Di Tangani

Prabumulih (Sumsel) 17 November 2025 Rajawali Sriwijaya. com

Pasca Orasi 4 November 2025 Lalu WRC kembali sambangi Kejaksaan, kedatangan Tim WRC di Terima baik oleh bagian Pidana Khusus Kejari Kota Prabumulih

beberapa item laporan dugaan yang disampaikan oleh WRC saat ini dinilai lambat di tangani oleh kejaksaan,
pasalnya indikasi yang di laporkan adalah berupa Hasil Audit BPK Perwakilan Sumsel Tahun 2024.

adapun dugaan ataupun berkas yang di laporkan adalah penyelesaian utang BLUD RSUD Kota Prabumulih yang mencapai 30 milyar Rupiah,

juga terdapat belanja hibah yang di anggarkan belanja modal dinas pendidikan kota Prabumulih yang hampir mencapai 1 milyar,
serta pinjam pakai kendaraan organisasi non pemerintah yang tidak sesuai ketentuan,

setelah dikonfirmasi oleh WRC, perkembangan yang telah dilaporkan di jabarkan melalui staf Pidsus Kejari Prabumulih , RSUD belum tahap penyelesaian atau pembayaran hutang, namun telah membuat perencanaan berupa Draf, hingga Komitmen yang diketahui dan di tanda tangani oleh kepala Dinas Kesehatan kota Prabumulih,

Pebrianto selaku ketua WRC unit kota Prabumulih menilai laporan tersebut lambat ditangani”ya.. hingga saat ini belum ada kepastian yang bisa disampaikan kejaksaan terkait penyelesaian utang BLUD RSUD maupun pemanggilan Pemkot Prabumulih yang terkait soal pinjam Pakai kendaraan organisasi non pemerintah yang telah kita sampaikan “tutur Pebri

Divisi Pengawasan dan Penindakan WRC Sumsel Suandi juga menyayangkan indikasi penanganan yang lambat yang dilaksanakan pihak kejaksaan,

” Kami menghormati proses hukum yang berjalan, namun disini kami WRC mendesak agar kejaksaan segera memanggil pihak -pihak terkait seperti Dinas Pendidikan, Direktur RSUD serta pihak terkait yang telah menyetujui pinjam pakai kendaraan oleh organisasi non pemerintah”Tegas Suandi.

WRC berkomitmen akan terus mengawal perkembangan atas apa yang telah dilaporkan, WRC masih menunggu hasil dari perkembangan beberapa kasus dugaan yang telah dilaporkan.

Red

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *